Monday, April 29, 2013

PROSEDUR PENGGANTIAN e-KTP

Prosedur Penggantian e-KTP yang Hilang
Fisik e-KTP yang sudah diterimakan kepada penduduk dan kemudian hilang, proses penggantiannya dilakukan melalui pelayanan e-KTP secara reguler. Untuk itu yang bersangkutan tidak diperbolehkan merekam kembali, karena perekaman e-KTP hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali. Pencetakan e-KTP pengganti dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berdasarkan data bersih yang akan diserahkan oleh Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Dalam hal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil belum dapat melakukan pencetakan e-KTP maka penerbitan (personalisasi) dilaksanakan di Biro Personalisasi Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, selama dalam proses penggantian dengan e-KTP yang baru, segera yang bersangkutan diterbitkan terlebih dahulu KTP Non Elektronik dan disertai Surat Keterangan dari Camat, sebagaimana Format dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 471.13/5184/SJ tertanggal 13 Desember 2012 perihal Pelaksanaan perekaman e-KTP Secara Reguler.

Penggantian e-KTP Yang Salah Data

Penggantian data yang salah di dalam e-KTP setelah e-KTP diterima penduduk dilakukan melalui pelayanan e-KTP reguler, sejauh kesalahan tersebut bukan diakibatkan oleh kesalahan cetak. Sedangkan kesalahan cetak atau ketidaksesuaian data yang tercetak di e-KTP dengan Biodata Penduduk didalam server AFIS, dilaporkan kepada Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk dilakukan penggantian/cetak-ulang.

Penerbitan e-KTP Bagi Penduduk Yang Pindah Datang
  1. Penduduk Yang Pindah Domisili ke Daerah Lain, sudah merekam e-KTP di tempat asal, namun e-KTPnya belum diterima,
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Daerah Asal mengirimkan laporan ke Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mengenai Pindah domisili penduduk yang bersangkutan dengan melampirkan data penduduk yang bersangkutan serta keterangan permohonan untuk perubahan pencetakan e-KTP dengan alamat baru di tempat kedatangannya. Dengan demikian e-KTP akan dicetak dan dikirim kepada Daerah Kedatangan.
  1. Penduduk Yang Pindah Datang dari Daerah Lain, sudah merekam e-KTP di tempat asal, namun belum mendapat e-KTP,
Atas pelaporan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Daerah Asal kepada Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, e-KTP akan dicetak dan dikirim ke daerah domisili yang baru.
Paralel dengan hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil daerah kedatangan dapat mengirim surat ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil daerah asal untuk mengingatkan bahwa penduduk tersebut sudah pindah. Hal ini untuk mengantisipasi jika e-KTP sudah tercetak dan sudah peroses pengiriman ke Daerah Asal.
  1. Penduduk Yang Pindah Datang, e-KTPnya Sudah Ditarik Di Tempat Asal.
Penduduk tidak diperbolehkan melakukan perekaman e-KTP kembali di tempat kedatangan. Untuk itu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di tempat kedatangan dapat melakukan:
1) Penerbitan KTP Elektronik melalui Pelayanan Reguler
2) Jika Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil belum dapat melakukan pelayanan reguler, maka pencetakan (personalisasi) dilakukan di Pusat atas usulan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Verifikasi Sidik Jari dalam Penyerahan e-KTP
  1. Kegagalan proses verifikasi tidak diperbolehkan untuk merekam kembali karena perekaman lebih dari 1 (satu) kali akan dibaca sebagai data ganda.
  2. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor: 471.13/5246/SJ tanggal 18 Desember 2012 Hal Dispensasi Penyerahan e-KTP Secara Massal Tanpa Memerlukan Verifikasi Sidik Jari bahwa untuk mempercepat dan memperlancar penyerahan fisik e-KTP secara massal, diberikan dispensasi penyerahannya kepada pemilik e-KTP tanpa memerlukan verifikasi sidik jari terlebih dahulu, tetapi tetap wajib menyerahkan KTP lama (KTP non elektronik).
Perekaman e-KTP Lebih Dari 1 (satu) Kali
  1. Penduduk yang merekam lebih dari 1 (satu) kali pada Tempat Pelayanan/Kecamatan yang sama akan ditolak langsung oleh sistem karena sudah terdapat dalam server AFIS di Kecamatan tersebut.
  2. Penduduk yang merekam lebih dari 1 (satu) kali pada Tempat Pelayanan/Kecamatan yang berbeda, baik di dalam kabupaten/kota yang sama ataupun antar provinsi akan diketahui ganda pada Data Center AFIS di Pusat.
Setiap Hasil perekaman e-KTP akan dikirim ke Data Center e-KTP di Pusat.
Data yang tidak terkirim ke Data Center di Pusat dapat dilihat dalam status setiap server AFIS di Kecamatan, baik dilihat langsung di lokasi ataupun dilihat dari Data Center di Pusat (snoop). Dengan demikian dapat dipastikan bahwa seluruh hasil perekaman e-KTP akan terkirim ke Data Center e-KTP di Pusat baik secara online maupun offline.
Untuk menjamin hal tersebut secara periodik telah ditugaskan Tim Teknis yang akan mengambil data hasil perekaman e-KTP yang karena permasalahan tertentu masih mengendap.
Ketidaksesuaian dalam pengiriman fisik e-KTP yang sudah jadi antara daftar nama dan fisik e-KTP dapat dilaporkan kepada Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

0 komentar: